JAKARTA, jurnal-idn.com – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Mohamad Shohibul Fikri memenangkan perang saudara ketika mengatasi pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dengan 21-16, 18-21 dan 21-13 pada babak kedua Indonesia Masters di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Melewati perang saudara dengan Leo/Bagas, di babak selanjutnya Fajar/Fikri juga bertemu dengan rekan senegara mereka ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Pasangan muda ini ingin mengulang momen manis di final Australia Open 2025, kala itu mengandaskan seniornya Fajar Alfian/Moh. Shohibul Fikri. Raymond/Joaquin bertemu Fajar/Fikri setelah mengalahkan ganda Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuen dengan rubber game.
Pertemuan ini menjadi pelecut Raymond/Joaquin untuk tampil maksimal guna menghentikan langkah seniornya itu. “Jujur ingin lawan senior karena ini di pertandingan resmi. Saya ingin banget lawan mereka. Kalau di latihan kan enggak enak karena senior, kalau di pertandingan sudah bodoh amat,” kata Joaquin setelah pertandingan di Istora, Senayan.
Juara Australia Open 2025 ini mengatakan peran suporter memberikan tambahan energi ketika memasuki masa-masa kritis tertinggal dari Lee/Yang. “Pastinya sangat mendukung ya, apalagi kan tuan rumah, pasti mendukung kita,” kata Raymond.
Pertama Tampil
Ganda putri Apriyani Rahayu/Lanny Trias Mayasari yang pertama kali tampil sebagai pasangan baru di turnamen BWF, mencapai perempatfinal Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan ganda Hong Kong Tsaing Hiu Yan/Yeung Piu Lam dengan 21-17, 21-18.
Lanny menyatakan komunikasinya dengan Apri semakin matang dibanding pada pertandingan babak pertama kemarin. “Dari saya sih tadi mungkin game pertama Kak Apri banyak bingungnya, saya berusaha menenangkan Kak Apri-nya. Habis itu game kedua saya juga ada di posisi itu dan Kak Apri balik menenangkan saya,” kata Lanny.
Apri mengatakan mereka memang saling melengkapi dan mencoba terus berkomunikasi sebaik mungkin di lapangan. Tampil di Indonesia Masters 2026, Apri menilainya sebagai salah satu momentum yang bisa dimaksimalkan ganda putri Indonesia karena sejumlah unggulan dari sepuluh besar dunia notabene absen kali ini.
Mion Efendy
Fajar Alfian mengembalikan shuttle cock lawannya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Dia bersama pasangannya Mohamad Shohibul Fikri menang dengan 21-16, 18-21 dan 21-13. Foto: Humas.



