The hottest news from everywhere for everyone!

Jaring Wirausaha Mapan, KemenKopUKM Kembali Gelar Entredev 2024

JAKARTA, jurnal-idn.com – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengundang para entrepreneur atau wirausaha unggulan untuk bergabung diprogram Entrepreneur Development (Entredev) 2024 “Dare To Grow”. Program ini digelar dengan tujuan membantu para entrepreneur mengembangkan bisnisnya agar lebih mapan.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah menjelaskan program Entredev 2024 ini sebagai wujud implementasi Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional untuk percepatan pencapaian target rasio kewirausahaan 3,95% di tahun 2024.

“Kita akan terus sosialisasikan program Entredev sehingga kita bisa lebih banyak menjaring wirausaha mapan di sektor pertanian, sektor kesehatan, kecantikan dan kebugaran atau wellness, juga teknologi. Target peserta tahun ini sebanyak 2.300 wirausaha.” kata Siti Azizah saat membuka Open Call Entredev 2024 di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Dalam catatannya, program Entredev yang sudah berjalan sejak 2021 terbukti mampu membantu wirausaha meningkatkan omzetnya hingga 30-40%. Sebanyak 97% peserta yang telah mengikuti program ini mampu menemukan solusi dari berbagai permasalahan bisnis yang dijalankan.

Selain itu, Entredev periode 2023 terbukti berhasil menciptakan program berkelanjutan melalui sesi Networking Day dan Business Matching. Sebanyak 34% peserta telah berkolaborasi dengan mitra stakeholder hingga tercipta kolaborasi cross category dengan sesama peserta.

Bahkan, kata Siti Azizah, beberapa peserta unggulan telah berhasil masuk supermarket premium dan terdapat peserta start-up yang berhasil mendapat pendanaan pre Series A. Hal ini membuktikan, program Entredev perlu dilanjutkan demi mencapai target rasio kewirausahaan yang mapan.

“Hasil evaluasi dari program Entredev 2023 telah memberikan impact yang positif sehingga para peserta yang ikut menilai program ini sangat membantu untuk memajukan usaha dan perbaikan model bisnis,” ungkap Siti Azizah.

“Kita berupaya memajukan sektor-sektor ungulan tahun ini, kalau Food and Beverage (F&B) sudah banyak sekali. Harapan kami melalui Entredev 2024 kita bisa menciptakan wirausahawan yang inovatif berbasis agriculture, sektor health, beauty, wellness, dan teknologi yang berkelanjutan,” ujar Siti Azizah.

Sampai 11 Maret

Untuk menjadi salah satu peserta program Entredev 2024, wirausahawan atau enterpreneur dapat mengakses website: https://entredev.id/daftar/. Pendaftaran akan dibuka sampai dengan 11 Maret 2024. Informasi terkait Entredev 2024 dapat dilihat melalui sosial media Kementerian Koperasi dan UKM (ig @kemenkopukm), website (https://entredev.id) dan Instagram (ig @entredev.id).

Siti Azizah berharap melalui program ini dapat menghasilkan champion wirausaha inovatif baru yang berdampak bagi perekonomian Indonesia. Dia optimistis target rasio kewirausahaan dapat tercapai melalui sinergi dengan berbagai stakeholder termasuk dengan pemerintah daerah.

“Kita berharap akan tumbuh unicorn baru atau decacorn baru supaya bisa memperkuat ekonomi Indonesia. Kita sudah banyak berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk penumbuhan wirausaha karena KemenKopUKM tidak bisa bekerja sendiri,” ucapnya.

Arto Biantoro, CEO Gambaranbrand, membenarkan bahwa untuk memenangkan persaingan, pelaku usaha perlu memaksimalkan sumber daya yang sudah disediakan oleh alam. Oleh sebab itu Entredev 2024 yang fokus kepada sektor usaha agriculture, sektor health, beauty, wellness dan teknologi sangat relevan karena melalui pengelolaan sumberdaya yang baik akan lebih mudah untuk meningkatkan daya saing produk.

“Kalau kita gunakan sumber kearifan lokal atau bahan lokal maka kita akan bersaing karena harga jual akan lebih kompetitif. Brand yang bagus itu punya kemampuan untuk mengelola sumberdaya sehingga daya saingnya lebih kuat. Jadi kunci sustainable alias mapan adalah mengontrol resources,” tutur Arto.

Mulia Ginting – Erwin Tambunan

“Kita akan terus sosialisasikan program Entredev sehingga bisa lebih banyak menjaring wirausaha mapan di sektor pertanian, kesehatan, kecantikan dan kebugaran atau wellness serta teknologi,” kata Siti Azizah. Foto: KemenKopUKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *