JAKARTA, jurnal-idn.com – Ketua Umum PP Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Andi Amran Sulaiman menanggapi spekulasi ketidaksediaan dirinya dicalonkan kembali sebagai Ketum periode 2026-2023 dengan mengungkapkan keinginan pribadinya, “Saya hanya ingin jadi “pembagi bola” bagi kader alumni Unhas yang potensial diorbitkan dan bisa menciptakan gol di panggung nasional,” ujarnya dengan raut wajah tersenyum.
Hal tersebut disampaikan Ketum Amran pada saat silaturahim dan konsolidasi dengan para Ketua IKA Unhas wilayah/provinsi dan Ketua IKA Fakultas, pada Ahad 25 Januari di kediamannya di bilangan Pengadegan, Jakarta Selatan. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW IKA Unhas Jabodetabek periode 2025-2029 yang diketuai Andi Afdal Abdullah, Direktur Umum Perum Bulog.
Meski tidak secara struktural berada di kepengurusan PP IKA Unhas nanti misalnya, Amran beralasan dirinya akan tetap bisa membersamai, membantu memberikan support dan dukungan dengan memainkan peran sebagai “pembagi bola” secara maksimal dengan dukungan jaringan (networking) yang dimilikinya. “Saya cukup sebagai dewan pembina, pengarah atau semacam dewan syuro seperti di organisasi Nahdlatul Ulama,” kata Amran.
Ibarat gayung tak bersambut. Keinginan pribadi Ketum Amran itu justru tak mendapat respon dari para alumni Unhas. “Rasanya saya salah strategi mengumpulkan kalian (para alumni-red) agar bisa mendukung keinginan saya hehe,” guyon Amran yang disambut tawa para alumni yang hadir.
Di sesi dialog, Ketua Umum IKA Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, Andi Rachmatika Dewi secara terbuka dan blak-blakan meminta Ketum Amran untuk bersedia kembali memimpin organisasi DPP IKA Unhas periode kedua.
“Saya mewakili aspirasi dan suara kebatinan teman-teman alumni Unhas agar Ketum Amran memimpin kami satu periode lagi, sembari kami mencari sosok yang layak dan potensi menggantikan Ketum Amran nanti,” tutur perempuan yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini disambut riuh tepuk tangan.
Menurut Cicu, begitu dia akrab disapa, sosok Ketum Amran masih dbutuhkan beberapa tahun ke depan karena menjadi kebanggaan dan mengangkat harkat para alumni Unhas di pentas nasional. “Dengan sosok Ketum Amran maka kami para alumni bisa percaya dir berjalan dengan kepala tegak,” tambahnya.
Kepemimpinan Transformasional
Selama ini, lanjut Cicu, Ketum Amran telah melakukan kepemimpinan transformasional di tubuh organisasi IKA Unhas. Dengan gaya manajemen yang khas, menginspirasi dan memberdayakan para alumni untuk melampaui ekspektasi kinerja melalui visi bersama, motivasi intrinsik dan pengembangan potensi individu alumni.
“Pemimpin seperti Ketum ini bertindak sebagai agen perubahan yang inovatif, menanamkan nilai-nilai baru, serta membangun budaya kerja yang kondusif dan adaptif.”
Hal senada juga diungkapkan Ketua IKA Unhas provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Johannes Victor Mailangkay, bahwa kepemimpinan Ketum Amran banyak membantu dan mengakselerasi teman-teman alumni di daerah agar bisa berkontribusi di program pemerintah terutama di bidang pertanian dan tanaman pangan.
“Oleh karena itu, kami di Sulut memandang sosok Ketum Amran sangat layak untuk kembali melanjutkan kepemimpinan perioe kedua di DPP IKA Unhas,” tegas pria yang juga Wakil Gubernur Sulut.
Sementara itu, Ketua Harian PP IKA Unhas, Rahman Pina, yang selama ini banyak mendampingi Ketum Amran dalam berbagai kegiatan alumni juga memperkuat dukungan kedua rekan alumni sebelumnya.
“Di masa kepemimpinan Amran teman-teman Unhas merasa ada kegairahan beralumni. Karena itu masih dibutuhkan tenaga dan pikirannya untuk memimpin organisasi alumni ini kedepan,” tukas Rahman yang juga alumni FISIP Unhas.
RM
Ketua Umum PP IKA Unhas Andi Amran Sulaiman, “Saya hanya ingin jadi “pembagi bola” bagi kader alumni Unhas yang potensial diorbitkan dan bisa menciptakan gol di panggung nasional,” ujarnya. Foto: RM.