MenKopUKM Tekankan Pentingnya Konsep Bisnis Bagi Peternak Domba dan Kambing

BANDUNG, jurnal-idn.com – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya konsep bisnis bagi para peternak domba dan kambing di tanah air, termasuk memperkuat kelembagaan usahanya.

Menurut MenKopUKM, para peternak domba dan kambing di Indonesia sudah memiliki organisasi yang sangat baik, misalnya Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI).

“HPDKI organisasi yang keren, bukan hanya mengurusi pemuliaan genetik tapi juga punya pengembangan model bisnis, karena memang para peternak kecil butuh kelembagaan,” ucap Menteri pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-9 & Piala Presiden Seni Budaya Domba dan Kambing Tahun 2023 di Bandung, Sabtu (16/9/2023).

Teten Masduki menyebutkan kontes domba dan kambing seperti yang digagas HPDKI ini juga baik bagi para peternak untuk ajang bertukar pikiran, sekaligus menunjukkan keberhasilan mereka agar memotivasi para peternak lain mengembangkan ternaknya.

“Ajang seperti ini bagus sekali, dari sini pemerintah akan mengambil domba dan kambing unggulan untuk dikembangkan dan disebarluaskan sehingga akan jadi sumber indukan, di luar negeri juga sama konsepnya,” ujar Teten.

Pihaknya juga ingin mengajak HPDKI dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendorong dan memperkuat kelembagaan usaha peternak domba dan kambing melalui koperasi. Agar dapat dikoneksikan dengan sumber pembiayaan. “Sektor riilnya di Kementan, kami bantu pengembangan usahanya melalui koperasi,” kata MenKopUKM.

Menteri mengungkapkan, Presiden Jokowi menaruh perhatian besar terhadap nasib peternak domba dan kambing, apalagi karena domba dan kambing merupakan sumber protein hewani yang paling potensial untuk dikembangkan dalam skala ekonomi peternak kecil.

Perlu Ada Peta Jalan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan, perlu ada peta jalan dalam upaya pembibitan domba dan kambing di Indonesia. “Ini harus dibuatkan peta jalan agar peternak mendapatkan akses bibit berkualitas pada pengembangan domba dan kambing,” ucap Nasrullah.

Perkembangan usaha domba dan kambing di tanah air tumbuh pesat, mencapai 103% per tahun. Namun dia berpendapat akselerasi meningkatkan komoditas ini masih diperlukan. “Peternakan domba dan kambing juga diarahkan pada orientasi bisnis. Kami sampaikan kebutuhan itu menjadi support untuk membuat program ini lebih akseleratif,” lanjut Nasrullah.

Sementara itu, Ketua Umum HDPKI Yudi Guntara menuturkan, acara silatnas dan piala presiden ini merupakan momentum bagi peternak domba dan kambing tanah air untuk berkumpul dan bersilaturahmi setelah Covid-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda.

“Agenda ini dihadiri 1.000 orang termasuk mahasiswa peternakan, bahkan mereka yang hadir tidak hanya peternak dari Pulau Jawa, tapi juga berasal dari luar Pulau Jawa,” ungkap Yudi.

Dia berharap, selain memberikan penghargaan bagi para peternak berprestasi, hadirnya pemerintah di acara ini juga memberikan dukungan nyata kepada para peternak guna mengembangkan sektor peternakan domba dan kambing Indonesia.

Mulia Ginting – Errwin Tambunan

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengelus kepala dan tanduk domba pada Silaturahmi Nasional ke-9 dan Piala Presiden Seni Budaya Domba dan Kambing Tahun 2023. Foto: KemenKopUKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *