The hottest news from everywhere for everyone!

Menparekraf Harapkan Industri Spa Mampu Akselerasi Pencapaian Target Wisman di Bali

UBUD,   – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf) Sandiaga S. Uno, berharap industri spa mampu mengakselerasi pencapaian target jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata Bali sebagai destinasi favorit.

Pada Seminar Nasional Spa dengan tema Implementasi UU Nomor 1 Tahun 2022 dan Dampak Bagi Pelaku Usaha Spa di Royal Pita Maha, Ubud, Bali, Rabu (31/1/2024), Menparekraf Sandiaga, mengatakan pemerintah senantiasa mendorong perkembangan industri spa.

Salah satunya melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi kebangkitan sektor parekraf di Bali. Sejumlah regulasi lain juga diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024. Sehingga penciptaan 4,4 juta lapangan kerja di sektor parekraf di tahun 2024 dapat tercapai. “Kita satukan langkah untuk menghadirkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan,” ungkap Sandiaga.

Dia juga mendukung industri spa perlu ditinjau kembali untuk dikenai pajak 40-75% dan mengatakan, selama ini spa termasuk dalam kategorisasi industri pariwisata. Aturan-aturan tersebut adalah UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Bab VI Pasal 14 ayat 1 huruf M yang menyatakan bahwa spa termasuk usaha pariwisata, Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 tahun 2021 tentang standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 tahun 2014 tentang Pedoman Pelayanan Kesehatan Spa.

“Tunggu Proses Hukumnya”

“Ini sebetulnya sudah tertuang di Peraturan Menteri Kesehatan dan Peraturan Menteri Parekraf dan ini akan diperkuat dengan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi (MK), kita tunggu proses hukumnya,” kata Sandiaga.

Sandiaga terus mengupayakan agar tidak ada kenaikan tarif pajak hiburan sebesar 40-75% untuk industri spa karena kategorisasi yang sebagaimana disampaikan pelaku industri spa bahwa spa tidak termasuk industri hiburan. “Selagi kita menunggu proses hukumnya tidak ada peningkatan beban pajak untuk industri spa, demikian juga industri hiburan tertentu lainnya,” tuturnya.

Dalam acara ini Menparekraf Sandiaga didampingi Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani. Turut hadir pula Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun.

Namo Fitzgerald

“Ini sebetulnya sudah tertuang di Peraturan Menteri Kesehatan dan Peraturan Menteri Parekraf dan ini akan diperkuat dengan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi (MK), kita tunggu proses hukumnya,” kata Sandiaga. Foto: Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *