Menpora Dito Percepat Pertemuan Dengan Cabang Olahraga Untuk Bidik Olimpiade

JAKARTA, jurnal-idn.com – Guna mengevaluasi kegagalan mencapai target Asian Games 2023 Hangzhou, China, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo percepat pertemuan dengan induk-induk cabang olahraga (cabor) pada pekan depan.

Evaluasi Asian Games memang sudah dilakukan, tetapi hal itu baru bersama tim review Kemenpora sebagai tahap pertama. Langkah selanjutnya adalah memanggil cabor-cabor yang turut serta pada pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

“Jadi rapat evaluasinya bersama induk cabor dilakukan pekan depan, karena ini sudah mau ke ajang berikutnya yakni Olimpiade. Jadi kami akan mempercepat,” kata Menpora Dito usai menghadiri Festival Pemuda Indonesia Tahun 2023 di Kantor Kemenpora, Sabtu (14/10/2023).

Selain membahas penyebab kegagalan mencapai bidikan medali di Asian Games, Kemenpora juga akan memberikan punishment kepada cabor-cabor Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang gagal mencapai target. Jika melihat torehan kontingen Indonesia di Asian Games 2023 yang berlangsung di Hangzhou, program DBON yang digadang-gadang memiliki akurasi tinggi dan manfaat konkret untuk atlet sama sekali tidak nyata.

Pada ajang pesta olahraga terbesar di Asia itu, kontingen Indonesia yang berkekuatan 413 atlet terdiri dari 235 putra dan 178 putri tampil di 30 cabang olahraga gagal memenuhi target 12 medali emas. Kontingen Merah Putih pulang ke Tanah Air hanya membawa 7 medali emas, 11 medali perak dan 18 medali perunggu. Torehan itu membuat Indonesia berada di peringkat 13 besar.

Carut Marutnya

Kegagalan ini jelas akibat “carut marutnya” pembinaan olahraga di Indonesia. Terutama pada kinerja tim review yang hanya berpatokan pada SEA Games 2023 Kamboja lalu, di mana Indonesia mampu bertengger di posisi ketiga dengan torehan 87 medali emas, 80 perak dan 109 perunggu. Untuk itu, kegagalan ini harus ditebus dengan evaluasi besar-besaran.

Sebelumnya, Menpora Dito juga memastikan akan ada evaluasi besar-besaran dan juga melayangkan punishment kepada cabang olahraga yang tidak meraih medali dan lolos dari target di Asian Games 2023. Ini akan menjadi catatan ketika menyiapkan atlet ke Olimpiade

“Hal pasti akan kita evaluasi DBON dan beberapa cabor yang berpeluang meraih medali hasilnya tidak sama sekali, itu juga akan ada pertanggung jawaban dan ini yang pastinya sebagai catatan kita untuk ke depan. Soal punishment pasti ada dan itu terkait dengan program pelatnas dan juga masalah dukungan dari pemerintah untuk ke multievent berikutnya. Tapi ini pasti akan kita rapatkan dahulu nanti bersama dan kita lihat apa yang kita punish-kan,” pungkas Dito.

Anto

“Tapi ini pasti akan kita rapatkan dahulu nanti bersama dan kita lihat apa yang kita punish-kan,” pungkas Dito. Foto: Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *