The hottest news from everywhere for everyone!

Miris: Mantan Atlet Binaraga Asal DKI Jakarta, Hidup di Gubuk dan Tak Punya Perkerjaan

JAKARTA, jurnal-idn.com – Masih ingatkah dengan Aan Palma? Mantan atlet binaraga asal DKI Jakarta, kini di masa tuanya hidupnya sengsara. Di masa tuanya, kehidupan Aan Palma yang tinggal bersama istri dan tiga orang putra-putrinya, sangat miris. Tempat tinggalnya jauh dari kata layak yang hanya seluas 4 meter di kawasan Kemandoran, Jakarta Selatan.

“Bisa dilihat rumah saya seperti mau roboh, karena bangunannya bukan permanen menggunakan tembok. Hanya dibangun menggunakan triplek, bahkan saya sampai mau menangis karena setiap hujan rumah saya kebocoran, sementara setiap kamar dindingnya hanya dari kardus,” ungkap Aan Palma ketika ditemui di kediamannya Kawasan Kemandoran I, Gang Subur, Jakarta Selatan, Rabu(21/2/2024).

Dia menceritakan, sebelumnya sempat memiliki rumah sendiri yang permanen. Namun, rumah itu terpaksa dijual untuk menutupi kebutuhannya sehari-sehari dan untuk biaya menyekolahkan tiga anaknya, karena tidak memiliki pekerjaan tetap. “Saya sempat mempunyai pekerjaan tetap di Ade Rai Gym BSD, Serpong. Namun, karena sejak 2006 tempa itu ditutup, terpaksa saya harus kehilangan pekerjaan itu dan saya pun terlilit hutang untuk menutupi biaya sehari-hari,” papar Aan Palma.

Aan Palma salah satu atlet binaraga nasional yang juga pernah tampil di Asian Games Busan, Korea, 2002. Selain, meraih emas di kelas 60 kg pada ajang Pekan Olahraga Nasional(PON) 2000 di Jawa Timur. Tercatat, dia juga pernah meraih emas pada Kejurnas Binaraga di Bali pada 2001, perak di ajang Kejuaraan Binaraga Nasional Mister Indonesia pada 2006 di Palembang di kelas yang sama dan juga pernah tampil di PON Palembang 2006 namun gagal meraih medali karena pindah ke kelas 50 kg.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 12 September 1963, dia awalnya menekuni olahraga pencak silat karena Ayahnya merupakan Guru Pencak Silat di tempat kelahirannya di Palmerah, Jakarta.

“Di Kawasan Senayan”

“Dulu Ayah saya terkenal sebagai salah satu jawara di Kawasan Senayan dan sekitarnya dan juga Guru Pencak Silat. Makanya sejak kecil, saya berlatih Silat. Saya dikenalkan binaraga oleh atlet angkat besi Hariwibowo,” tukas Aan Palma atlet yang seangkatan dengan atlet binaraga nasional Syafrizal dan Arselawandi itu.

Pada awal menjadi atlet binaraga, Aan Palma yang namanya merupakan singkatan dari ‘Anak Asli Palmerah’ itu, sempat merogoh koceknya sendiri untuk berlatih. “Bahkan, jika mau ikut kejuaraan saya sempat menjual perabotan rumah seperti penggorengan, setrikaan, bahkan Kulkas untuk biaya ikut kejuaraan,” kenangnya.

Pada akhir bincang-bincang, Aan Palma berharap adanya bantuan dari pihak-pihak terkait terutama, Pemerintah Pengprov DKI Jakarta atau Dinas Olahraga DKI dan KONI DKI Jakarta, agar dia memiliki pekerjaan tetap untuk membiayai kehidupannya.

“Apa pun bentuk bantuannya akan saya terima. Saya sudah pasrah dengan kehidupan saya ini. Dua anak saya nomor dua dan tiga masih bersekolah. Saya sangat mendambakan pekerjaan apa pun yang penting halal untuk menafkahi Istri dan Anak saya,” ujarnya berharap.

Anto

Aan Palma dengan benda kebanggaanya di depan pintu gubuk atau rumahnya yang berdinding triplek. Foto: Anto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *