The hottest news from everywhere for everyone!

Seleksi Nasional PBSI 2023, Laga Sengit Untuk Merebut Tiket Pelatnas

JAKARTA, jurnal-idn.com – Sejumlah pertarungan ketat dan sengit mewarnai hari pertama Seleksi Nasional PBSI 2023. Pada pertandingan hari pertama yang berlangsung di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin (15/1/2023), banyak laga berjalan seru untuk memperebutkan tiket masuk ke pelatnas.

Di Grup D tunggal taruna putri, Laili Dwiyanti Nur Rohmah membuka harapan untuk lolos ke babak berikut. Asa itu didapat pemain Victory Bogor tersebut setelah pada pertandingan Senin (15/1/2024) sore dia sukses mengalahkan Evelin Gracia Parapat (Djarum Kudus) melalui pertarungan seru, 21-18, 19-21, 21-11.

“Besok saya harus bermain habis-habisan untuk mengamankan peluang maju ke babak selanjutnya dan bisa masuk ke pelatnas,” kata Laili, pemain kelahiran Bojonegoro, 1 Agustus 2005.

Meski menang, mengomentari pertandingan keduanya, Laili menyebut permainannya masih belum optimal. “Masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Di game ketiga saya harus bisa menahan emosi agar tidak mau menggebu-gebu. Saya bermain lebih sabar dan bisa menang,” ujar Laili.

Pada sesi pagi hari sebelumnya, sayang Laili menelan kekalahan. Unggulan keempat itu dijegal Sausan Dwi Ramadhani (Djarum Kudus), 16-21, 19-21. Sebaliknya di grup yang sama, Sausan pada laga sore harus menyerah kalah di tangan rekan se klub Djarum, Shandy Tirani Mahesi dengan skor ketat, 21-19, 19-21, 17-21.

Dengan kemenangan itu, dari grup D tunggal taruna putri ini, Shandy memimpin dengan dua kemenangan. Sebelumnya di sesi pagi, pemain kelahiran Lampung, 1 Nov 2006 ini juga menang atas Evelin Gracia Parapat (Djarum) dengan 21-19, 21-11.

“Saya memang ingin bergabung masuk ke pelatnas. Makanya saya akan berjuang keras untul mewujudkannya,” kata Shandy.

Harus Bermain Ketat

Pada tunggal putra taruna Grup B, Jaden Abdullah Usman Putra Ayus juga harus bermain ketat saat menghadapi rekan seklub, Mansion Exist Jakarta, Herdien Thoriq Batota. Jaden menang 21-18, 17-21, 21-14.

Hal serupa dilakoni Adriel Ferdinand Leonardo dari Indihome Gideon Badminton di tunggal taruna Grup C. Dia harus mengerahkan segenap kemampuan saat menekuk unggulan keempat asal Jaya Raya, Bismo Raya Oktora dengan 21-17, 10-21, 21-19.

Sementara itu harapan Muhammad Halim As Sidiq yang diadu melawan Alwi Farhan, pemain dengan ranking terendah di pelatnas utama, untuk langsung merebut tiket masuk ke pelatnas, harus tertunda. Pemain binaan klub Jaya Raya Jakarta itu harus mengundurkan diri di game kedua pada kedudukan 10-12 karena mengalami cedera lutut kiri.

Cedera itu terjadi ketika Halim kurang sempurna mendarat usai melakukan pukulan dari garis belakang. Dia pun dinyatakan mengundurkan diri dalam kedudukan 10-12 di game kedua. Sebelumnya di game pertama Halim juga kalah 13-21.

“Saya menyesal saat pada pertandingan penting saya malah cedera. Saya akan berusaha sabar dengan kejadian ini,” urai Halim, usai bertanding.

Seleknas PBSI 2023 yang digelar tahun 2024 ini diikuti 68 pemain yang berasal dari 10 klub dari lima provinsi. Yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seleknas akan berlangsung hingga Rabu, 17 Januari 2024.

Anto

Alwi Farhan ketika berhadan dengan Muhammad Halim As Sidiq. Foto: Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *