Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Pendampingan Berkelanjutan

PANGKAL PINANG, jurnal-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen untuk terus mendampingi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan saat ini Kemenkop secara pararel terus melakukan upaya pendampingan dan penguatan tata kelola Kopdes agar target operasionalisasi pada Maret-April 2026 tercapai. Dengan operasionalisasi, Kopdes nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang berkeadilan dan inklusif.

“Kopdes ini (harapannya) bisa benar-benar menjadi lembaga ekonomi desa yang selain meningkatkan kebersamaan dan gotong royong antar warga, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa” ujar Wamenkop Farida saat meninjau pembangunan KDKMP di Kelurahan Air Kepala Tujuh Kota Pangkal Pinang, Selasa (10/2/2026).

Ditambahkan, kehadiran KDKMP dapat menjadi jawaban dari permasalahan di masyarakat seperti minimnya lapangan kerja, ekonomi yang sulit tumbuh hingga permasalahan sulitnya akses terhadap berbagai komoditas utama masyarakat. Tenaga kerja yang direkrut harus berasal dari warga setempat untuk memastikan manfaat koperasi benar-benar kembali kepada masyarakat desa. “Jika seluruh gerai aktif, tenaga kerja lokal akan terserap. Jumlahnya bisa bertambah seiring pengelolaan potensi desa yang lebih optimal,” ucapnya.

Dia menekankan koperasi harus berorientasi pada hasil bumi dan potensi lokal. Keuntungan yang diperoleh dipastikan akan dibagikan kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Oleh sebab itu secara tidak langsung, Kopdes mengajarkan masyarakat untuk berbisnis secara gotong royong.

Penguatan SDM Pengelola

Kemenkop, lanjut Farida, tidak hanya mendorong upaya percepatan pembangunan aset fisik seperti gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya, tetapi juga akan memberikan pendampingan teknis dan penguatan SDM pengelola, pengurus hingga pengawas koperasi. Hal ini akan dilakukan secara simultan agar operasionalisasi Kopdes berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

“Kalau belum tahu ilmu bisnisnya kami dampingi, kami lakukan Bimbingan Teknis (Bimtek), kalau belum tahu administrasi, ada kepala dinas yang ditugaskan untuk melayani dan membantu masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 20 KDKMP di Kepulauan Bangka dan 26 di Belitung yang sedang dalam tahap pendampingan administrasi hingga proses pembangunan fisiknya. Seluruh proses pembangunan hingga operasionalisasi nantinya akan dikerjasamakan dengan dengan PT Timah Tbk.

Skema kerjasama ini memungkinkan hasil pertambangan yang dikelola warga desa melalui koperasi diserap oleh PT Timah, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Hal ini mengacu pada potensi wilayah di Bangka Belitung yang merupakan wilayah dengan potensi tambang dengan jumlah yang sangat besar. “Hasil pertambangan dari desa dikerjakan oleh warga desa setempat melalui wadah koperasi, hasilnya nanti akan diserap oleh PT Timah. Jadi ini semua sedang kami persiapkan,” papar Wamenkop.

Erwin Tambunan

Wamenkop Farida Farichah menggunting pita tanda peresmian operasional KDKMP di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Foto: Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *