Menkop Ajak Kospin Jasa Perkuat Pusat Distribusi dan Ekosistem Kopdes Merah Putih

YOGYAKARTA, jurnal-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi kiprah Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa yang konsisten menjadi salah satu koperasi modern dengan kinerja yang positif dan patuh terhadap ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Kinerja positif Kospin Jasa terlihat dari aset yang meningkat di 2025 menjadi Rp7,33 triliun dari target Rp7,31 triliun. Kemudian dari modal sendiri, sebesar Rp2,03 triliun, jauh di atas target Rp1,90 triliun dengan jumlah simpanan dan tabungan anggota yang mencapai Rp5,06 triliun. Sementara untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp39,10 miliar.

“Kalau dilihat dari angka-angkanya menunjukkan bahwa Kospin Jasa ini memang menjadi kebanggaan kita semua karena di tengah situasi yang sulit namun tetap tumbuh dan solid,” ujar Menkop Ferry Juliantono pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kospin Jasa ke-52 dan RAT KSPPS Kospin Jasa Syariah ke-3 Tahun Buku 2025 di Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).

Menkop menegaskan capaian yang dibukukan Kospin Jasa sebagai bukti bahwa koperasi telah membangun pondasi perekonomian yang kuat dan berkelanjutan di masyarakat. Untuk itu dia optimis melalui koperasi target perekonomian nasional yang dicanangkan pemerintah tahun 2026 sebesar 5,4% dapat tercapai dengan dukungan peran koperasi.

Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan menegaskan salah satu upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi adalah dengan memasifkan pembangunan pusat ekonomi di desa-desa. Salah satunya melalui Program Strategis Nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini sekitar 30.000 unit KDKMP sedang dilakukan pembangunan aset fisiknya seperti gerai-gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya dengan target April 2026 beroperasi.

“Bayangkan dengan selesainya pembangunan 30.000-an KDKMP selesai, maka akan ada 30.000-an ritel berdiri dan beroperasi di desa. Ini akan memicu perputaran uang yang luar biasa besar di desa,” urainya.

Menkop mengajak Kospin Jasa untuk terlibat lebih guna mendukung percepatan operasionalisasi KDKMP dengan masuk ekosistem pusat distribusi. Keberadaan pusat distribusi ini akan menjadi offtaker dari keterjaminan pasokan produk dan barang yang akan dipasarkan melalui gerai KDKMP. “Kita butuh pusat-pusat distribusi sebagai offtaker sehingga barang – barang dari desa yang butuh tempat penampungan bisa disalurkan sehingga tidak boleh ada lagi produk rakyat yang tidak terserap pasar. Kospin Jasa bisa mengambil peran di sini,” tegasnya.

Disinergikan Dengan Kospin Jasa

Ferry Juliantono juga berharap Kospin Jasa menjadi kakak asuh bagi operasionalisasi KDKMP. Berbagai kegiatan peningkatan SDM hingga dukungan untuk memperkuat kelembagaan KDKMP diharapkan dapat disinergikan dengan unit usaha Kospin Jasa.

Ferry menyatakan Kospin Jasa memiliki posisi strategis untuk menumbuhkan minat masyarakat, khususnya dari kalangan generasi Z dan milenial untuk menjadi anggota KDKMP. Dia menilai generasi milenial dan Gen Z sangat potensial untuk terlibat aktif memperkuat ekonomi berbasis komunitas khususnya koperasi. “Koperasi harus tampil ramah, modern, dan dekat dengan gaya hidup generasi muda, maka kami di Kemenkop melakukan transformasi gaya komunikasi dengan banyak menyasar kalangan anak muda agar mereka tertarik terhadap koperasi,” ucapnya.

Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid menegaskan bahwa Kospin Jasa berkomitmen mendukung program-program pemerintah seperti KDKMP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini Kospin Jasa tengah melakukan piloting untuk membangun 125 unit Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah bekerjasama dengan berbagai pihak.

Menurutnya, program itu membuktikan koperasi mampu menyatu dengan berbagai program pembangunan nasional. Andy juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan Kopdes sebagai pusat ekonomi desa. “Kita sudah bicara dengan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) agar Kospin Jasa dan koperasi lain ikut menyukseskan program Kopdes karena tujuannya sangat baik, yaitu untuk membangkitkan ekonomi yang dimulai dari desa,” kata Andy.

Sebagai bentuk kepatuhan Kospin Jasa terhadap aturan dan arahan Kemenkop, Koperasi ini sudah memulai lakukan Spin Off (pemisahan unit usaha) antara unit usaha konvensional dengan unit usaha syariah. Dia berharap dengan strategi ini kinerja Kospin Jasa secara konsolidasian di masa mendatang dapat lebih meningkat dan lebih baik. “Kospin Jasa bisa seperti ini karena apresiasi dan loyalitas dari seluruh anggota, tapi tidak cukup di situ kita harus bersama – sama membangun usaha kita agar Kospin Jasa bisa menjadi contoh Koperasi yang baik di Indonesia,” terangnya.

Erwin Tambunan

“Kospin Jasa bisa mengambil peran di sini,” tegas Menkop Ferry Juliantono. Foto: Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *